Manusia tidak pernah lepas dari sifat lupa dan salah nya, juga tidak pernah puas dengan apa yang di dapatkan nya. Ia hidup dengan penuh kesalahan, malas, lupa, tak terarah, dan buruk nya perangai. Kecuali orang-orang yang mampu menekan diri untuk bersabar dengan kebaikannya, bertahan dalam keistiqomahannya, tetap belajar dan berjuang meraih ridho NYA.
Namun amat berat sekali bersabar itu, sehingga Allah pun memberikan pahala yang tiada batas kepada orang-orang yang bersabar. Manusia, inilah sosok yang kini taat esok maksiat. Hati nya terguncang seiring waktu, hingga tuhanpun berseru tetaplah engkau bertobat kepada rob mu sesungguhnya rob mu itu sungguh maha pengampun.
Iya, dialah Allah ya tawwab. Maha penerima taubat dari kesalahan-kesalahan dan khilaf hamba-hamba nya. Betapa maha penyayang nya Dia, memaafkan meski berulang kembali pada lubang kemaksiatan. Betapa maha pengasih nya Allah, satu-satunya yang memberi maaf dan memaklumi hambanya, sehingga tiada yang berputus asa dari rahmat dan kasih sayang allah yang kasih sayang nya selalu tersebar tiada batas
Ketika manusia berkeluh kesah dengan segala problem hidupnya, maka tiada satupun yang lebih indah untuk di sebut kecuali nama Allah. Sebutan nama-nama nya rohman, rohim, hayyun, qoyyum, mumit, muhyi, yang berarti duhai maha pengasih, penyayang, maha hidup, yang kuasa, yang mematikan dan menghidupkan, -sungguh memberikan ketenangan dan kepercayaan bahwa tiada ilah yang berhak di ibadahi kecuali Allah sang maha pencipta.
Ketika kegagalan melanda, sedang diri kita sudah bersusah payah meraihnya, waktu pun terbuang terlihat seakan tak ada hasil, namun apalah daya kita hanya mampu berusaha dan taqdir tetap kita kembalikan pada nya, maka sebutan apa kah yang lebih pantas selain menyebut nama “allah” yang tiada duanya. Karena ketika kita mengembalikan semuanya pada sang pemilik maka hati akan tenang dan hidup kembali bersinar .
Kita hanyalah makhluq allah yang sama sejajar dengan makhluq yang lainnya dalam arrti ciptaannya, dengan tumbuhan, bebatuan, hewan, dan semuanya. Kita sama, dan semua makhluq itu tunduk pada ketetapan taqdir yang allah gariskan, lalu apakah kita tidak akan tunduk. Sedang kita di beri akal dan hati untuk lebih memperjelas segala yang tersembunyi.
Karena itu, mari lembutkan hati, tenangkan jiwa raga dan serahkan segala urusan hanya pada Allah. Maka hatimu akan tenang. Berbuatlah sebanyak mungkin untuk kebermanfaatan diri sendiri maupun orang lain, niatkan semuanya hanya Karena Allah dan lepaskan semua niat salah yang menempel pada hatimu. Maka rasakanlah pada saat itu kita akan merasakan kedamaian dan jelas nya arahan robb, seru sekalian alam.
Post a Comment
Post a Comment